Minggu, 24 November 2019

SISWA SISWI SDN CURAHPOH 2 BERHASIL MERAIH JUARA 1 DAN 5 LOMBA LARI JAUH KATEGORI NASIONAL DAN INTERNASIONAL





Kegiatan yang pertama kali digelar Pemkab Pamekasan melalui Dinas Pemuda dan Olahraga ini diikuti 1030 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan dari manca negara.
"Alhamdulillah saya senang hari ini, ini hari pertama saya aktif kembali setelah 2 bulan mengikuti pendidikan di Lemhanas RI. Ini merupakan kebahagiaan bagi saya karena bisa bertemu dengan bapak ibu sekalian khususnya para peserta Pamekasan Run 13K," tuturnya di awal sambutan.
Baddrut berharap mudah-mudahan kegiatan tersebut bisa berjalan lancar. Terima kasih kepada seluruh peserta, semua pihak yang mendukung khususnya kepala dinas dan seluruh pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Pamekasan.
"Terima kasih kepada peserta dari Malaysia, selamat datang di Indonesia. Terima kasih kepada peserta dari Jepang, dan selamat mengikuti Run 13K. Thank you untuk yang dari Australia dan Kenya. Mudah- mudahan melalui Run 13K ini akan lahir pelari handal dari Kabupaten Pamekasan," ungkapnya.
Menurut Baddrut Tamam, dengan 1030 peserta hal tersebut merupakan apresiasi luar biasa dari masyarakat di Kabupaten Pemekasan bahwa lari banyak yang meminati. Dengan banyak peminat, harapannya akan banyak bibit unggul pada tahun-tahun yang akan datang bisa menjadi pelari nasional dan menjadi juara serta menjadi pelari di tingkat internasional.
Dan Alhamdulillah Siswa SDN Curahpoh 2 Bondowoso berhasil meraih juara 1 dan 5 atas nama Taufiq dan Wulan kelas Nasional Dan Internasional.
Ini merupakan kebanggan besar Bagi sekolah kami . 

Selasa, 08 Oktober 2019

WORKSHOP PENGUATAN PRAKTIK IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR DALAM ZONASI

WORKSHOP PENGUATAN PRAKTIK IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN DAN PENILAIAN KURIKULUM 2013 DI SEKOLAH DASAR DALAM ZONASI
Di SPF SDN CURAHPOH 2 CURAHDAMI BONDOWOSO

Bondowoso 9, Oktober 2019

Mendikbud kembali menegaskan bahwa pendekatan zonasi tidak hanya digunakan untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) saja, tetapi juga untuk membenahi berbagai standar nasional pendidikan. “Mulai dari kurikulum, sebaran guru, sebaran peserta didik, kemudian kualitas sarana prasarana. Semuanya nanti akan ditangani berbasis zonasi,” disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy pada Rapat Koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan jajarannya di Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 
Pendekatan zonasi yang dimulai dari penerimaan siswa baru dimaksudkan untuk memberikan akses yang lebih setara dan berkeadilan kepada peserta didik. Tanpa melihat latar belakang kemampuan ataupun perbedaan status sosial ekonomi.